Seekor
burung penguin jenis Emperor yang biasanya ditemukan di Antartika
muncul di Pantai Peka Peka di Selandia Baru. Pemandangan ini jarang
terjadi dan merupakan pertama kali seekor penguin Emperor disaksikan
berada di Selandia Baru dalam 44 tahun terakhir.
“Saya
melihat makhluk berwarna putih berkilau bergerak berdiri dan saya waktu
itu mengira saya berimajinasi,” kata Christine Wilton, yang menemukan
penguin itu ketika dia sedang berjalan-jalan dengan anjingnya, seperti
dikutip dari BBC.
Departemen konservasi setempat tidak bisa memperkirakan bagaimana
penguin itu tiba di sana, dan mengatakan mungkin binatang itu mengambil
arah yang salah.
“Sangat mengagumkan bahwa kita bisa melihat salah satu penguin ini di
pesisir Kapiti,” kata pejabat departemen itu, Peter Simpson.
Pengunjung pantai yang tidak diundang tersebut menarik penonton yang
terdiri dari warga setempat dan orang-orang yang lewat yang
diperintahkan agar tidak mengganggu sang penguin dan mengikat erat-erat
rantai anjing mereka.
Para ahli konservasi mengatakan burung itu masih muda, umurnya sekitar 10 bulan dan tingginya 80 cm.
Penguin Emperor merupakan spesies penguin yang paling tinggi dan paling
besar. Burung-burung itu bisa tumbuh sampai setinggi 122 cm dan
memiliki berat lebih dari 34 kg.
Colin Miskelly, seorang ahli penguin dari Te Papa, museum nasional
Selandia Baru, mengatakan penguin tersebut tampaknya lahir pada musim
dingin lalu di Antartika. Dia mungkin sedang mencari cumi-cumi dan krill
(plankton mirip udang) dan kemudian mengambil arah yang salah sehingga
tersesat dan muncul di North Island di Selandia Baru.
“Penguin ini tampaknya terus pergi ke arah utara dan sangat jauh dari jarak yang biasa dia tempuh,” kata Miskelly.
Sumber : http://www.bungakurnia.com/2011/06/kasihan-seekor-penguin-emperor-kesasar_30.html
0 komentar:
Posting Komentar